Tangerang, Puluhan warga dari Lima RT di Kampung Sumur Bandung menggelar musyawarah sebagai bentuk penolakan terhadap pengelolahan CSR Sembako dan tata kelolah lingkungan yang berasal dari PT New Hope Indonesia kepada pihak kejaroan/RW.
Musyawarah tersebut dilaksanakan di Kampung Sumur Bandung, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (28/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan dari PT New Hope Indonesia, yaitu HRD Dede Indah Sari, Ketua BPD Desa Sumur Bandung Yusuf Ardabily, Ketua LPM Desa Sumur Bandung Hendra, serta sejumlah perwakilan dari lima RT. Dari undangan yang disebarkan kepada enam RT, perwakilan RT 6 tidak hadir. Pihak Jaro/RW 01 yang telah diundang secara resmi juga tidak menghadiri kegiatan tersebut.
Musyawarah diawali dengan penyampaian aspirasi warga dari lima RT yang hadir, beberapa di antaranya :
Perwakilan RT 1 menyampaikan, "Kami berharap warga setempat dapat lebih diperhatikan dalam hal kesempatan kerja. Terkait CSR dan pengelolahan lingkungan, kami tetap menghendaki agar dikelola oleh warga, bukan oleh pihak jaro."
Perwakilan RT 2 menegaskan, "Kami menolak jika pengelolahan lingkungan atau CSR perusahaan diserahkan kepada kejaroan/RW."
Perwakilan RT 3 menambahkan, "Kami tidak ingin ada perubahan terhadap sistem yang selama ini sudah berjalan. Pembagian CSR dan pengelolahan lingkungan tetap harus dikelolah warga, bukan oleh kejaroan."
Perwakilan RT 4 menyampaikan, "Kami menginginkan mekanisme lama tetap dipertahankan. Pembagian CSR dan pengelolaan lingkungan cukup dikelolah oleh warga sebagaimana yang sudah berjalan selama ini."
Perwakilan RT 5 menambahkan, "Kami tidak ingin ada perubahan sistem yang berjalan. Pembagian CSR dan pengelolahan lingkungan tetap harus dikelolah warga, bukan oleh kejaroan."
Sambutan Pihak Perusahaan, Dede Indah Sari, selaku HRD PT New Hope Indonesia, memberikan penjelasan kepada warga, "Terima kasih atas kehadiran seluruh warga dalam musyawarah ini. Terkait isu debu yang sempat menjadi perhatian, perusahaan telah melakukan perbaikan karena permasalahan tersebut berasal dari kerusakan cerobong. Perbaikan juga telah dilakukan terkait bau dan kebisingan. Kami berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar." ujarnya.
Tanggapan Pemerintah Desa ketua BPD Desa Sumur Bandung, Yusuf Ardabily, menyampaikan apresiasi atas dialog yang berjalan, "Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Selama ini perusahaan telah menjalankan kewajibannya dalam memberikan CSR kepada lingkungan yang terdampak. Mari kita jaga keberadaan perusahaan ini, karena jika mereka tidak lagi merasa nyaman dan memutuskan untuk pindah, angka pengangguran di desa kita akan meningkat. Apabila warga ingin melakukan pergantian RW atau jaro, dipersilakan menyampaikan laporan resmi ke desa." ungkapnya.
Ketua LPM Desa Sumur Bandung, Hendra, turut memberikan sambutan, "Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya PT New Hope Indonesia menunjukkan kepeduliannya kepada lingkungan sekitar. Saya mengapresiasi tinggi kegiatan musyawarah ini. Perusahaan juga telah merespons keluhan terkait debu, bau, dan kebisingan dengan melakukan perbaikan dan pengendalian yang optimal, Terima kasih atas kontribusi perusahaan yang tidak penah putus selama ini diberikan kepada warga terdampak." tuturnya.
Sikap Warga dan Tanggapan RW 01, Sejumlah warga kembali menegaskan bahwa mereka menolak apabila pengelolahan CSR maupun tata kelolah lingkungan dari PT New Hope Indonesia diserahkan kepada Jaro/RW 01. Warga menyampaikan bahwa selama ini Jaro/RW 01 dinilai jarang melakukan sosialisasi atau turun langsung ke masyarakat.
Saat dikonfirmasi terkait ketidakhadirannya dalam musyawarah dan sikap warga, RW 01 menyampaikan bahwa ketidakhadirannya disebabkan adanya agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Ia menjelaskan, "Bukan tidak hadir, tetapi saya memang ada kegiatan lain yang tidak bisa saya tinggalkan. Selain itu, tidak ada konfirmasi lanjutan dari surat sebelumnya dari pihak RT. Terkait pembagian sembako atau CSR, saya tidak mengubah mekanisme yang ada. Hanya saja saya berharap pembagian CSR dapat dialokasikan ke seluruh RT sebagaimana sempat disepakati dengan RT 03. Namun selama ini perusahaan selalu berkomunikasi kepada pengurus RT 03 yang di tunjuk langsung oleh warga sebagai penerimaan dan pengurus dalam pendistribusian CSR sembako tersebut, meskipun radius terdampaknya cukup luas."
Ia menambahkan, "Terkait anggapan bahwa saya tidak pernah turun ke warga, saya dapat menyampaikan program serta dokumentasi kegiatan yang sudah berjalan." ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan serah terima CSR berupa paket sembako dari PT New Hope Indonesia kepada warga sekitar sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang selama ini rutin setiap bulan dilaksanakan.
(Cimong)


