Kab.Serang, Sisirakyat.com--
Dalam pemberitaan yang beredar di media sosial terkait badan usaha milik desa (BUMDES) di desa Renged, kecamatan Binuang, kabupaten serang, provinsi Banten, yang mana diduga di kuasai oleh keluarga kepala desa (intervensi-red), dugaan gagal dalam pengelolaan, dan pernyataan dari pemerintah kecamatan Binuang. Salah satunya di media sisirakyat.com terbit pada : 24 Desember 2025.
Kini, awak media kembali di gegerkan dengan munculnya pemberitaan sanggahan yang beredar di media sosial. Bahwa BUMDes Sri Tani Renged membantah dugaan tidak profesional dalam pengelolaan ketahanan pangan (Ketapang) dan intervensi, hingga adanya apresiasi oleh camat kecamatan Binuang.
Padahal, hasil investigasi awak media di lapangan, dan pernyataan kasi pemberdayaan kecamatan Binuang, yang di dampingi camat, dalam pemberitaan sebelumnya membenarkan bahwa pengelolaan bebek petelur yang di kelola oleh bumdes "Sri Tani Renged, belum ada kandang khusus. Sementara dalam rencana anggaran biaya (RAB) telah terlampir. Dan pernyataan kepala desa Renged bahwa selama pengelolaan Ketapang bebek belum pernah mengalami perkembangan hingga bertelur.
Hal ini membuat pertanyaan kalangan publik, apakah munculnya pemberitaan sanggahan tersebut ada upaya suap sehingga ternilai adanya dugaan kongkalikong yang di lakukan oknum pengurus BUMDES Sri Tani Renged, dan pemerintah desa, kepada oknum pemerintah kecamatan Binuang, hingga melibatkan oknum wartawan. ?
Sementara ketua BUMDES Sri Tani Renged saat di konfirmasi via WhatsApp membisu hingga kini kontak awak media di ketahui telah di blokir.
Terkait adanya pemberitaan sanggahan yang beredar, dimana lokasi tersebut diduga di dalam kantor camat. Dulpakar, camat kecamatan Binuang saat di mintai pernyataan via WhatsApp bungkam.
Hingga saat ini nominal anggaran, dan jumlah bebek petelur masih menjadi pertanyaan, dan belum mendapatkan pernyataan resmi dari pihak manapun.
Awak media berharap, kepada inspektorat dan dinas pemberdayaan masyarakat desa (dpmd) kabupaten serang, untuk segera mengaudit dan menyelidiki fakta dari pada dugaan di lapangan.
//Red_Tim



